
Zat kimia dan jasad renik dalam produk-produk rumah tangga dan makanan memang bisa saja jadi musuh janin. Asal patuh pada rambu-rambunya, janin
Anda tetap bisa selamat kok.
Terpaparnya tubuh dengan berbagai zat kimia dan jasad renik memang bisa
terjadi melalui berbagai cara. Misalnya, terhirup lewat udara, terserap
lewat kulit atau mata, bahkan bisa juga tertelan.
Dan, dari www.marchofdimes.com disebutkan, ada lebih dari 4 juta jenis
zat kimia yang digunakan di lingkungan rumah dengan informasi yang
sedikit tentang efeknya terhadap kehamilan dan janin. Padahal, dampaknya
tidak main-main. Zat kimia tersebut bisa mengancam kesehatan janin Anda.
Juga, bila Anda mengonsumsi jasad renik yang ‘kebetulan’ berada di dalam
makanan, dampak ke janin akan sama buruknya. Ingin tahu produknya?
Adakah aturan mainnya agar Anda bisa terbebas dari risiko ini?
Berbagai produk yang perlu diwaspadai
Untuk mudahnya, produk-produk yang ada di rumah dibedakan menjadi dua,
yakni:
Produk-produk rumah tangga
A. Tiner dan cat minyak
Kandungan : Logam berat, seperti timbal dan cadmium.
Risiko :
- Bila terpapar logam berat dalam waktu yang lama:
* Bayi lahir dengan berat badan rendah.
* Bayi dengan cacat tubuh.
* Bayi lahir sebelum waktunya (prematur).
* Keguguran.
- Dalam tingkatan yang paling ringan, uap dari cat dan bensin bisa
menyebabkan mual dan pusing-pusing.
B. Produk-produk aerosol, pemutih, pembersih lantai, lem, penyegar
udara, serta pembersih kaca
Kandungan : Semua produk rumah tangga ini memakai bahan-bahan kimia
organik yang mudah menguap, seperti toluene, xylenes dan phenol.
Bahan-bahan kimia ini adalah bahan disinfektan untuk membunuh kuman.
Risiko :
* Bayi lahir dengan kelainan saraf dan retardasi mental.
* Bayi lahir dengan cacat tubuh.
C. Cat rambut
Kandungan : Ter (belangkin) dan zat kimia keras lainnya
Risiko : Keguguran.
Catatan : Menurut www.health.discovery.com, sejauh ini belum ada kasus
ibu yang keguguran akibat menggunakan cat rambut. Meski begitu, belum
ada pula bukti yang jelas-jelas menyatakan bahwa zat kimia yang
terkandung di dalamnya juga aman. Jadi? Kesimpulannya, beberapa ahli
menyarankan agar wanita hamil sebaiknya menunda dulu keinginannya untuk
mengecat rambut, terutama di trimester pertama.
D. Insektisida (cairan pembasmi serangga) dan insect repellant (cairan
penangkal serangga yang dioleskan ke tubuh)
Kandungan : Pestisida
Risiko : Terpapar dalam jumlah banyak:
• Keguguran.
• Bayi lahir prematur.
• Bayi lahir cacat.
• Mempengaruhi sistem reproduksi janin.
Makanan
A. Ikan mentah
Biasanya, ikan mentah digunakan dalam makanan Jepang, seperti sashimi
dan sushi.
Kandungan : Dikhawatirkan mengandung merkuri.
Risiko : Ibu hamil yang terkontaminasi merkuri berpotensi:
* Bayi lahir dengan kerusakan saraf.
* Bayi lahir dengan cacat tubuh.
* Bayi menderita kanker.
Catatan : Saat hamil, sebisa mungkin hindari mengonsumsi ikan mentah.
Tapi, kalau Anda tetap ingin mengonsumsinya, pastikan ikan tersebut
tidak berasal dari laut yang tercemar limbah pabrik.
B. Daging sapi atau ayam mentah atau dimasak setengah matang
Kandungan : Parasit toksoplasmosis dan bakteri salmonella.
Risiko :
* Toksoplasmosis: menyebabkan kerusakan pada organ dalam, sistem saraf
pusat, serta kebutaan janin.
* Salmonella: menyebabkan diare dan dehidrasi. Diare yang terus menerus
dapat menimbulkan kontraksi rahim, sehingga membahayakan janin Anda.
Sedangkan dehidrasi dapat mengganggu keseimbangan cairan elektrolit di
dalam tubuh.
Catatan: Kalau Anda ingin tetap makan daging sapi dan ayam, sebaiknya
dimasak hingga benar-benar matang. Dengan begitu, kedua jasad renik ini
tidak ‘sempat’ bercokol.
C. Sosis
Kandungan : Nitrat yang digunakan sebagai pengawet.
Risiko : Terlalu banyak nitrat dikhawatirkan akan menimbulkan suatu
kondisi yang disebut methemoglobinemia , yaitu gangguan darah dimana
janin tidak menerima cukup oksigen. Pasalnya, karena nitrat bersifat
mengikat oksigen.
Catatan : Jangan takut makan sosis. Anda kan tidak akan makan sosis
sebanyak 1 kg setiap harinya? Jika hanya makan 1-2 potong sosis, tak
usah terlalu cemas.
Ini kiatnya!
Sebenarnya, asal pemakaian berbagai zat kimia dalam produk-produk
rumahtangga tidak melewati batas, yakni dipakai sesuai dosis yang
dianjurkan serta tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama dan terus
menerus, Anda tak perlu cemas terhadap kesehatan janin Anda.
Proses gangguan pada perkembangan janin terjadi karena akumulasi atau
penimbunan zat-zat itu. Akibat terpapar terlalu lama, akhirnya zat-zat
kimia tadi tidak bisa lagi dikeluarkan oleh tubuh. Nah, akumulasi dari
zat-zat yang toksik itulah yang berbahaya bagi tubuh dan
janin.Akibatnya? Ya, janin ikut-ikutan “menyimpan” racun-racun tadi di
dalam tubuhnya.
Bagaimana dengan jasad-jasad renik yang ada di makanan? Yang pasti,
waspadai makanan yang tidak higienis. Bisa jadi, makanan itu tercemar
jasad renik, seperti bakteri salmonella. Memang, jasad renik yang
mencemari makanan memang tidak bersifat akumulatif. Meski begitu, bila
Anda terkontaminasi jasad renik melalui makanan, biasanya akan langsung
timbul gejala. Misalnya, diare. Padahal, jika ibu hamil diare, janin pun
ikut “menanggung” akibatnya. Sebab, diare bisa menyebabkan kontraksi
rahim.
Laila Andaryani Hadis
Konsultasi ilmiah: Bambang Wispriyono, Apt.,Ph.D, staf pengajar
Toksikologi, Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan
Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok.